Belajar Akuntansi

Mei 30, 2009

Konsep dan Definisi Valuta Asing

Filed under: Konsep dan Definisi Valuta Asing — 14300318ah0904 @ 9:35 am
Tags: , , , , ,

Mata uang berfungsi menyatakan suatu nilai standar, sebagai alat tukar, dan sebagai unit pengukuran untuk transaksi ekonomi. Mata uang dari berbagai Negara menunjukkan dua fungsi pertama dengan tingkat efisiensi yang bervariasi, namun pada intinya semua mata uang berfungsi sebagai unit pengukuran untuk transaksi dan sumber pendapatan ekonomi negera masing-masing.

Agar transaksi dicatat dalam laporan keuangan, transaksi tersebut harus diukur dengan mata uang. Secara khusus, valuta yang digunakan untuk mencatat suatu transaksi dan untuk menutup transaksi tersebut adalah sama. Sebagai contoh, sebuah toko pizza Chicago membeli semua bahan dan membayar gaji karyawan dan tagihan lainnya dengan menggunakan dolar. Toko pizza tersebut menerima dolar dari pelanggannya. Jika piutang atau utang terjadi, maka akan diperlukan penerimaan atau pengeluaran dolar untuk menyelesaikan piutang atau utang tersebut. Piutang atau utang didemonasi dalam suatu valuta bila penerimaan atau pembayarannya harus dilakukan dalam valuta tersebut. Piutang atau utang diukur dalam suatu valuta ketika piutang atau utang itu dicatat dalam laporan keuangan dalam valuta tersebut. Dalam contoh di atas, piutang dan utang toko pizza itu didemonasi dan diukur dalam valuta yang sama, yaitu dolar.

Dalam kondisi di mana transaksi terjadi antara badan usaha dari negara-negara yang berlainan, jumlah piutang dan utang umumnya didemonasi dalam mata uang lokal baik dari sisi pembeli maupun penjual. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan Amerika menjual barang ke perusahaan Inggris, nilai transaksi akan didemonasi (ditentukan) baik dalam USD maupun poundsterling Inggris, walaupun perusahaan Amerika tersebut akan mengukur dan mencatat pembelian dan utangnya dalam poundsterling.

Bila transaksi tersebut didemonasi dalam poundsterling, perusahaan Amerika harus menentukan berapa besar nilai transaksi itu bila dicatat dalam dolar. Bila transaksi tersebut didemonasi dalam USD, perusahaan Inggris harus menentukan berapa besar nilai transaksi itu bila dicatat dalam poundsterling. Untuk dapat mencatat transaksi dalam valuta mereka masing-masing, kegiatan usaha di seluruh dunia bergantung pada kurs/nilai tukar valuta yang dinegosiasikan secara terus-menerus di dalam pasar valuta dunia. Kurs pada dasarnya merupakan harga suatu valuta yang dinyatakan dalam unit valuta lain.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: